Tittle : “Molla”
Author : VL
Follow me @Viorenzca1605
Add me ‘Viorenzca Lee’
Cast : Lee Donghae,
Kan Minchan
Genre : Romance
Author’s note
anyeong haseyoo..
Saya author abal abal new lagi, hendak menyajikan fanfiction yang
aneh bin ajaib hasil pemikiran real otak saya..
Aye harap chiggu cinggu pada suka yee..?
amiinnn..
oh iye, jangan lupa follow aye ples add aye ye?
amiinnn..
oh iye, jangan lupa follow aye ples add aye ye?
Tengkiyuu..
udahlah banyak bacot bener nihh, mending langsung aja yuukkzz capcuzz..
udahlah banyak bacot bener nihh, mending langsung aja yuukkzz capcuzz..
Oh iya ni epep masih banyak typo yang kagak karuan, pokoknya
aneh bangetlah makanye, ane butuh saran lan kritik sampean buat nyempurnain ff
aye..
Eddaahh ngebacot lagi..
Wookie cekidott..
Dingin malam tengah menyelimuti kota
Seoul yang ramai akan manusianya, disertai dengan indah lampu-lampu yang tengah
menyala , ditambah kerlipan bintang.
Membawa sepasang pasangan ini nyaman
di buatnya, walaupun mereka dalam keadaan diatas ranjang bersiap untuk menjalin
ikatan pada mimpi yang didatangi.
Sebelum itu mereka ingin menghabiskan
malam dengan saling berkomunikasi, pekerjaan yang menumpuk seolah membuat
mereka terlupa akan urusan yang lebih penting yakni salig ‘Berbicara’.
“oppa!”, ujar seorang yeoja memecah
keheningan, sedang tangannya sedang asyik memainkan rambut seseorang yang di
sebutnya ‘oppa’.
“heum..”, sedang yang ditanya malah
asyik berdehem karna tak ingin aktivitasnya terganggu, yakni menatap wajah
istrinya.
“apa boeh aku bertanya?” tanyanya.
“Mwoya Lee Minchan?” jawabnya dengan
bertanya.
“eum, oppa mengapa kau mencintaiku?”
tanyanya pada sang suami yang lebih dikenal Lee Donghae.
Sejenak Donghae berfikir, mengapa ia
mencintainya.
“heumm Molla,”
“lalu mengapa kau ingin aku menikah
denganmu?”
“heum, Molla.”
Minchan menghembuskan nafas perlahan
sebelum pertanyaan ketiga diajukan.
“dan, mengapa kau ingin aku hidup
denganmu?”
“Molla!” jawabnya pasti.
“serta mengapa kau selalu menjawab ‘Molla’
Donghae oppa?”
“heumm, Molla.”
“aishh, menyebalkan!”
Hening
Suasana berubah menjadi hening,
terkadang suara yang melintas bernyanyi untuk mereka.
Bahkan Minchan kini tak lagi
memainkan rambut Donghae, melainkan hanya menatap manik mata Donghae.
1 Menitt..
2 Menitt..
3 Menitt..
Donghae mulai jengah akan keadaan ini, tangan kekar yang
sebelumnya memeluk pinggang Minchan, kini beralih pada wajah lembutnya.
“Sekarang, aku yang akan bertanya kepadamu.” Ucapnnya serius.
“heum, silahkan!”
Minchan yang penasaran memasang telinga baik-baik.
“Mengapa kau menanyakan hal itu, chagi?” tanyanya lembut.
“heum..” Minchan terlihat berfikir, mengapa ia menanyakan hal
itu.
“Molla Oppa!”
“eoh? Mengapa kau menjawab ‘Molla’?”
“Molla!”
“hey, apa kau mengejekku?”
“heumm, Molla Oppa!” jawab Minchan yang kesekian kalinya.
“aishh, sudahlah lebih baik kita tidur! Ini sudah larut
malam.” Ucap Donghae memeluk pinggang Minchan lagi, mengeratkan dada bidangnya
sebagai sandaran kepala Minchan.
Dan Minchan, semakin nyaman dibuatnya.
Hingga tak sadar agin lembut membelai mereka, seakan
mengantarnya pada bunga tidur di kawasan mimpi yang indah.
Menyelimuti mereka hingga mentari menyapa kembali.
End.
Gomabseumnida..
Mian gaje chinggu^.^a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar